Powered By Blogger

22 Sep 2010

Puluhan Ormas Islam Riau Tolak Pencabutan SKB Pendirian Tempat Ibadah

Wednesday, 22 September 2010 15:54
Kalau SKB diikuti maka tidak akan terjadi masalah seperti ini, ujar perwakilan ormas Islam Riau

Menyikapi kasus Gereja HKBP di Ciketing Bekasi, maka 24 perwakilan organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam di Riau menyampaikan pernyataan sikap resminya. Salah satu isi pernyataan sikap itu adalah menolak upaya pihak-pihak tertentu yang menginginkan dicabutnya Peraturan Bersama Mendagri dan Menteri Agama No 8 dan 9 tahun 2006 tentang pendirian tempat ibadah.

Keberatan itu disampaikan dalam bentuk pernyataan sikap pada “Seminar Pencerahan Paham-paham Keagamaan” Selasa (21/9) malam di aula Masjid Agung Annur Pekanbaru.

Seminar yang diikuti oleh para ulama, ustadz serta perwakilan ormas menghadirkan Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Dr Said Aqil Husein Al Munawar MA.

Ketua Umum Majelis Ulama Riau Prof Dr Mahdini MA yang juga salah satu pembubuh tandatangan dalam pernyataan sikap mengemukakan, latarbelakang dikeluarkannya pernyataan itu adalah untuk menjaga kerukunan umat beragama di Riau.

''Sifatnya antisipatif, jangan sampai di Riau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,'' ujarnya Rabu (22/9).

Direktur Pasca Sarja Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau tersebut, pernyataan sikap ini disampaikan untuk mengantisipasi para pihak yang mengambil kesempatan untuk mereduksi Surat Keputusan Bersama dua menteri terkait pendirian rumah ibadah.

''Sebenarnya, kalau SKB ini diikuti maka tidak akan terjadi masalah seperti ini,'' ungkapnya.

Ikut memberikan pernyataan sikap antara lain; Prof Dr Mahdini (Ketum Majelis Ulama Indonesia Riau), Zulhusni Domo (Ketua Front Pembela Islam Riau), Drs H Raja Ramli Ibrahim (Wakil ketua PW Muhammadiyah Riau), Muhammadun MSi(Ketua DPD Hizbut Tahrir Indonesia Riau), Drs Abdur Rahman Q (Ketua Badan Kordinasi Pondok Pesantren Modern Riau, Dr Heri Sunandar (Ketua I Masyarakat Ekonomi Syariah Riau), Wahid ML, Yulius, H Marzen Sukur, Sayuti, Zulfikar (Ikatan Masjid Indonesia (IKMI) Kota Pekanbaru, Drs Zainuddin (Majlis Dakwah Islamiyah Kota Pekanbaru), Fajeriansyah MA (Sekum MUI Riau), Achmad Syafruddin MA (Sekretaris PWNU Riau), Umrah HM Thalib (Ketua DPW Sarbamusi Riau), Muhammad Sahal SSi (ICMI Riau), Muhammad Ihsan (Ketua Badan Wakaf Al-Quran Riau), Dr Tengku Harunur Rasyid (Yayasan al- Mustanir), Dr Musthafa Umar (Tafaqquh Study Club), Agus Silahuddin (Gema Pembebasan Riau), Abdul Maskur (Gema IKMI Korwil Riau), Sirom (Ketua Badan Kordinasi Lembaga Dakwah Kampus Riau), Muhaimin (Ketua LDK Al Karommah UIN SUSKA), Zulhelmy (Yayasan Attamaam). [idris/hidayatullah.com]


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Hari Raya Yahudi, Tepi Barat Ditutup 7 Hari

Hari Raya Yahudi, Tepi Barat Ditutup 7 Hari

Wednesday, 22 September 2010 12:51
Israel yang menguasai semua perlintasan di Tepi Barat menutup akses pada hari-hari libur Yahudi

Tentara Zionis-Israel mengumumkan hari Selasa (21/9) bahwa mereka akan menutup semua pintu perlintasan antara Tepi Barat dengan Israel mulai tengah malam, dalam rangka hari raya Yahudi Sukkot selama 7 hari.

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan pihak militer menyebutkan, perlintasan akan dibuka kembali pada tanggal 30 September "sesuai dengan tinjauan keamanan oleh pihak pertahanan."

Militer Israel mengatakan, orang-orang Palestina yang memerlukan bantuan medis akan diperbolehkan masuk Israel. Para dokter, tenaga medis, pengacara, pekerja LSM, dan lainnya harus berkoordinasi dengan Kantor Urusan Sipil jika akan melintas.

Awal pekan ini, polisi Otorita Palestina yang bertugas di perbatasan Allenby Bridge antara Tepi Barat dengan Yordania diberitahu bahwa perbatasan itu akan dibuka sebagian selama libur hari raya Yahudi.

Hari Jumat lalu, Israel menutup Tepi Barat selama Yom Kippur hingga Sabtu petang. Dan Israel pada saat itu juga membuat penghalang-penghalang jalan di Yerusalem Timur. [di/maan/hidayatullah.com]



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Pemerintah Thailand Fasilitasi Pelatihan Halal



Pemerintah Kota Phuket, Thailand menggelar pelatihan halal untuk pengusaha lokal


-Sebelum terjun langsung dalam bisnis produk pangan, sangat penting untuk bisa menguasai semua prinsip dasar produk pangan tersebut, tak terkecuali dalam masalah kehalalan produk pangan. Sebab kesalahan sedikit saja dalam prinsip halal akan menyebabkan tidak adanya kepercayaan konsumen muslim akan produk yang dijual. Latar belakang itulah yang mendasari pemerintah Thailand untuk memberikan pelatihan dan training mengenai kehalalan kepada para pengusaha lokal disana.

Pelatihan yang berlangsung pada 14 September 2010 kemarin di kota Phuket dibuka langsung oleh Phuket Provincial Administrative Organization or PPAO yakni Mr. Paiboon Upattising. Adapun tujuan lain dari pelatihan halal ini adalah untuk ikut memajukan perkembangan pariwisata di Thailand.

Tidak kurang dari 200 peserta ikut dalam pelatihan halal kali ini. Adapun trainernya sendiri didatangkan langsung dari Thailand Halal Standard Association, kantor pariwisata Thailand, asosiasi pariwisata Phuket, Pornthip Sea Store dan beberapa hotel serta resort yang ada di Phuket.

Paiboon berharap pelatihan ini bisa ikut menunjang kemajuan pariwisata di kota Phuket. Khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pangan bagi para turis muslim yang datang ke kota ini. Tidak hanya itu, pengetahuan pelatihan halal yang didapat juga bisa ikut meningkatkan kemajuan para produsen produk halal dalam meningkatkan bisnis mereka. [halal/hidayatullah.com]


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Abu Jibriel Menilai Densus Membabi Buta

Wednesday, 22 September 2010 15:55
MMI menampik, bendahara MMI Sumut terlibat perampokan tersebut karena ia dianggap punya kesibukan yang jelas

Wakil Amir Pusat Majelis Mujahidin (MMI) Indonesia Ustadz Abu Jibriel anggap Densus 88 sembrono dalam melakukan penangkapan tertuduh teroris di Medan. Menurutnya yang ditangkap dan ditembak mati oleh Densus tidak ada kaitan sama sekali dengan perampokan Bank CIMB.

“Densus itu membabi-buta,main asal tangkap saja mereka tidak tahu menahu dengan perampokan itu,” kata Abu Jibriel kepada Hidayatullah.com, Rabu pagi, (22/9) Jakarta.

Menurutnya pula, Kasman Hadiyono alias Yono yang ditangkap densus 88 merupakan bendahara pada Lajnah Perwakilan Wilayah Majelis Mujahidin (MMI) Sumatera Utara tidak mungkin terlibat dalam perampokan tersebut karena beliau punya kesibukan yang jelas dalam kesehariannya.

“Kasman itu bendahara kami, keseharian dia sudah disibukkan dengan pekerjaannya diorganisasi dan mencari nafkah, mana mungkin Ia terlibat” ungkap pria yang akrab dipanggil Abah ini.

Tambahnya lagi,bukti bahwa densus 88 membabi buta dalam penangkapan dan penembakan adalah seputar kenyataan yang terungkap mengenai tuduhan terhadap Yuki Wantoro (20) korban asal tembak yang ternyata pada hari kejadian perampokan Bank CIMB Medan Ia sedang berada dirumahnya di Solo.

“Kan jelas Yuki itu berada dirumahnya pada saat itu, masak dituduh merampok Bank dan ditembak,” tegas Abu Jibriel.

Ia juga menjelaskan Bahwa MMI melalui kuasa Hukumnya di Medan telah melakukan somasi terhadap Kepolisian yang melakukan penangkapan tanpa prosedur dan bukti yang jelas serta perlakuan terhadap jenazah yang tidak layak.

“Kami melalui kuasa hukum sudah melakukan tuntutan ke Kepolisian disana, dan juga menuntut mereka agar jangan main lempar sana-lempar sini dalam pengurusan jenazah yang tertembak,” tandas Abu Jibriel.

Peristiwa penangkapan kelompok yang melakukan perampokan Bank CIMB di medan yang menurut Polri dan sejumlah pengamat adalah terkait terorisme, ternyata belum bisa dibuktikan kebenarannya. Tetapi sudah menyisakan sejumlah masalah, seperti fenomena asal tembak dan asal tangkap. Jika terus demikian Densus 88 berpotensi menyalah gunakan kekuasaan (abuse of power) dan berpotensi dimanfaatkan sekelompok Elit untuk menghantam lawan-lawan politiknya, ini mengingatkan kembali kita pada masa-masa pahit Rezim Orde Baru. [bil/hidayatullah.com]


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Liga Arab: Lieberman Rasis dan Bodoh

Wednesday, 22 September 2010 16:03
Liga Arab menyatakan penolakannya secara total terhadap usulan Lieberman untuk menukarkan wilayah dengan penduduk

Liga Arab, Selasa (21/9), menyatakan penolakannya terhadap pernyataan Menteri Luar Negeri Zionis Israel, Avigdor Lieberman, yang mengusulkan agar perbatasan antara Israel dan Palestina digambar ulang dan dibicarakan dalam perundingan damai Palestina-Israel. Demikian dilansir Islammemo.cc (21/9).

Dalam rapat mingguan kabinet Israel, Lieberman telah mengusulkan pertukaran wilayah dengan penduduk antara Israel dengan Palestina. Pendirian pertukaran wilayah inilah yang akan dipegang Israel dalam perundingan dengan Palestina, sebagai ganti dari pendirian sebelumnya yang mengusulkan kesetaraan tanah untuk perdamaian.

Penolakan Palestina dan Liga Arab untuk mengakui Israel sebagai negara Yahudi dalam menangani permasalahan penduduk Arab di Israel, merupakan isu sentral pada perundingan langsung Palestina-Israel.

Lieberman menyatakan bahwa Israel masih menghindari pembahasan mengenai masalah penduduk Arab di negeranya. Namun, tambahnya lagi, sekarang sudah waktunya untuk mempertimbangkan negosiasi.

Sebagai bentuk penolakan total atas usulan Lieberman tersebut, Liga Arab menyebut Lieberman dengan "rasis" dan "bodoh".

Perwakilan Sekretaris Jendral untuk Paletina dan wilayah Arab yang diduduki, Muhammad Sabih mengatakan bahwa sikap Israel yang seperti itu adalah bentuk rasisme dan sangat berbahaya, terlebih lagi ketika berlangusngnya perundingan damai di Timur Tengah.

Sabih meminta kepada Amerika Serikat dan Komite Quartet Internasional agar menanggapi masalah serius ini dan menghentikan pernyataan Lieberman yang rasis itu, serta mengambil posisi yang jelas untuk mencegah terulangnya hal-hal seperti ini lagi. [sdz/ismm/hidayatullah.com]


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

JAT Bantah Anggotanya Terlibat Perampokan CIMB

Wednesday, 22 September 2010 16:08
Amir Markaziyah Jama’ah Anshorut Tauhid (JAT) Ustadz Achwan membantah keterlibatan Jama’ahnya dengan perampokan Bank CIMB

Menurutnya, isu tersebut merupakan tuduhan terhadap JAT, karena JAT belum punya kepengurusan untuk wilayah Sumatera Utara.

“Ini jelas fitnah, karena JAT di luar jawa baru ada di NTB di bima, belum ada perwakilan JAT di sumatera”kata Ustadz Achwan Rabu(22/9) Jakarta.

Ia menyesalkan sikap beberapa pihak yang terlalu dini menuding JAT berada dibalik aksi tersebut, dan menurutnya JAT terlalu sering dituduh seperti itu.

“Tuduhan keterlibatan JAT adalah pernyataan yang tergesa-gesa yang selalu dikaitkan dengan JAT seperti kejadian Aceh,” ungkap pria yang pernah menjadi tahanan politik Orde Baru ini.

Menurutnya pula, kalaupun ada orang-orang yang disebut pernah bersentuhan dengan JAT, mereka sudah bukan lagi anggota JAT karena konsep mereka tidak sesuai dengan JAT itu sendiri.

“Semangat penegakan syariat mungkin di respon oleh masyarakat luas kaum muslimin, ada yang pingin bergabung tetapi fikrohnya masih diluar kebijakan kita, kadang-kadang mungkin melakukan tindakan indisipliner. Tetapi ini bukan anggota JAT,” papar pria yang belum lama menjabat Amir JAT ini.

Ia juga menerangkan, bahwa JAT tidak akan melakukan cross-chek ataupun konfirmasi kepada Mabes Polri terkait penangkapan 18 orang yang disebut-sebut terkait dengan JAT ketika ditanya wartawan.

“Untuk apa? Orang kita tidak ada kaitannya. Ini jelas fitnah, ini biasa statement yang di kait-kaitkan, pejabat-pejabat di sini selalu buat fitnah ga punya rasa malu ga punya beban moral. Kalo pejabat di luar negeri kalau mereka gagal mereka mengundurkan diri,” tegas Achwan.

Menanggapi pertanyaan wartawan, tentang langkah hukum yang akan diambil JAT, ia menjelaskan bahwa JAT tidak akan melakukan langkah hukum apapun terhadap fitnah yang ditujukan ke mereka, karena menurutnya langkah hukum di negeri ini seringkali sia-sia jika menyangkut JAT.

“Ga ada, wong ga ada kaitannya, capek-capek saja di pra peradilan saja. Kita doakan saja Sama Allah SWT,” tandas Achwan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, 18 orang ditangkap terkait perampokan Bank CIMB Medan, dan pihak Kepolisian menuduhkan bahwa mereka merupakan Jaringan teroris yang punya kaitan dengan Abubakar Ba’asyir. [bil/hidayatullah.com]


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

5 Sep 2010

Kala Cinta Menyapa

Sebuah kisah tentang perjalanan seorang pemuda dalam mencari cinta yang sesungguhnya serta keikhlasan seorang wanita dalam menerima Takdir Hidupnya..

Berlindunglah kepada Allah yang Maha mengetahui segala kebaikan dan keburukan agar engkau mampu mengambil hikmah dari kisah ini..

Dahulu di sebuah desa yang makmur terdapat seorang gadis desa bernama Syahdiya yang cantik jelita.. Banyak pemuda di desa tersebut jatuh cinta pada kecantikannya. Namun dia berbeda dengan gadis desa lainnya yang terkesan lugu dan senang tuk di rayu. Dia tahu bahwa banyak pemuda yang mencari simpatinya itu hanya berpandang pada kecantikannya semata. Bahkan di antara pemuda desa mereka saling bertarung untuk mendapatkan cinta dari Syahdiya.

Lalu suatu hari datang seorang pemuda dari kota ke desa tersebut. Dia seorang mahasiswa jurusan kedokteran yang tengah mengadakan penelitian. Setelah beberapa hari menginap di desa itu, kabar tentang kecantikan gadis bernama Syahdia itu pun terngiang di telinganya. Dia penasaran lalu berniat menjumpainya. Pemuda itu lalu bertanya pada seorang bapak paruh baya, tuan rumah yang ia tempati.

“Jika kamu ingin menjumpainya, malam ini shalatlah di masjid desa. Biasanya dia shalat maghrib di masjid tersebut kemudian dia tetap berada di masjid mengkaji siroh sahabat bersama beberapa temannya menanti datangnya waktu 'Isya. Juga biasanya ia mengenakan mukena hitam panjang.” Kata bapak paruh baya tersebut.

Malam ini pemuda itu hendak shalat di masjid desa sekaligus ingin melihat wanita yang kabarnya cantik jelita itu. Seusai shalat maghrib, para warga yang bersholat disitu pun pulang maka tinggallah Syahdiya bersama tiga orang temannya tengah mengkaji siroh sahabbyyah.

Pemuda Kota itu pun turut menunggu namun ia tak bisa melihat wajah Sahdiya karena hijab (Kain putih pembatas lelaki dan wanita) menutupi sehingga ia memutuskan untuk menunggu hingga ba'da I'sya ketika Syahdiya pulang. Kerna tak tahu hendak melakukan apa di dalam masjid, dia pun mengambil sebuah buku di dalam lemari masjid untuk dibaca dan ternyata buku yang diambilkannya tersebut adalah Al-Qur'an dan terjemahannya. Dan pada saat itu ia membuka tepat pada surat Annur. lalu matanya tertuju pada Ayat yang ke 26.

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga) (QS AN-Nur : 26)”

Tangannya lalu bergetar setelah membaca mahzab Allah tersebut. Begitu pun hatinya. Dia yang minim akan pengetahuan agama itu semakin penasaran terhadap ayat Allah yang satu itu. Perlahan Ia menutup kitab itu lalu mengangkat kepalanya tiba-tiba kain putih yang menjadi hijab itu tertiup oleh hembusan angin yang begitu sejuk. Tepat di depan pandangannya seorang wanita menunduk membacakan sebuah kitab. Kerna batinnya merasa ditatap, wanita bermukena hitam itu lalu mengangkat wajahnya menatap kedepan melihat seorang pemuda yang menatapnya. Dia lalu menunduk malu dan Semilir angin pun berhenti maka hijab pun menutupi pandangan itu.

Subhanallah.. Baru kali itu dia menatap wanita yang begitu sejuk dalam tatapan. Dia tak pernah menjumpai wanita semacam itu di kota.

Besoknya pemuda itu lalu meminta untuk diantarkannya ke rumah gadis tersebut oleh bapak pemilik rumah yang ia singgahi. Sang bapak pun menyuruh anak perempuannya yang masih gadis juga untuk mengantarkan pemuda Kota itu ke rumah dimana Syahdiya tinggal. Hanya sebuah rumah yang beratapkan Rumbia, berdindingkan sulaman bambu dan berlantaikan tanah.

Sesampai mereka di rumah tersebut, disambutlah dengan senyuman manis oleh Sahdiya. Ia mempersilahkan mereka masuk lalu di hidangkan sebuah teh hangat. Kemudian Ia menyuruh mereka untuk menunggu sebentar setelah mendengar panggilan dari seorang wanita tua terhadapnya. Ia lalu ke belakang menemui wanita tersebut lalu menyahutinya. (Apabila kita dipanggil oleh orangtua sebaiknya kita menemui mereka baru menyehutinya)”

“Labayka ya Jaddah??” (Ada apa Nek) Tanyanya dengan lembut.

Rupanya nenek tersebut meminta untuk dimandikan. Dialah satu-satunya keluarga yang dipunya Syahdia. Seorang nenek yang sudah sangat tua. Ia hidup hanya bersama nenek tersebut dari kecil setelah kedua orangtuanya meninggal. Dialah yang memandikan nenek tersebut setiap pagi dan petang. Membuang hajatnya, menemaninya tidur dan sebagainya. (Ingat..!! suatu ketika orangtua kita akan seperti itu. Dan kita harus ikhlas melayaninya seperti mereka melayani kita semasa kecil dahulu)

Sementara di depan pemuda tersebut menatap-natap isi rumah yang jauh dari kesederhanaan itu. Kemudian datanglah Syahdiya setelah usai menyelesaikan tugasnya. Lidia, gadis yang menghantarkan pemuda kota itu lalu menjelaskan kedatangan mereka. Katanya pemuda tersebut ingin berkenalan dengannya karena dia baru di desa tersebut. Syahdiya pun menyambut dengan senang hati namun tidak berlebihan.

Pemuda kota yang mempunya senyum manis dengan sebuah lesung pipit di pipi kannya tersebut lalu mengulurkan tangannya menyampaikan namanya.

“Roman.” Singkat pemuda itu.

Syahdiya lalu menelungkup kedua tangannya seraya menunduk.

“Ana Ma'rifatus Syahdia.”

Terjadilah percakapan singkat antara mereka. Pemuda bernama Roman itu semakin Yakin dengan wanita tersebut. Lewat tutur katanya yang lembut kesopanan serta perangainya dalam bersikap membuat pemuda kota itu jatuh hati padanya.

Besok pemuda itu sudah harus berangkat lagi ke kota tempat ia belajar. Ia berniat setelah lulus dari kuliah nanti dia hendak kembali ke desa tersebut untuk melamar wanita yang telah menawan hatinya itu.

Setelah dua tahun kemudian pemuda kota itu kembali lagi ke desa tersebut dengan segala persiapan diri yang telah matang. Dia pun mulai mempelajari makna dari surat An-Nur ayat 26 serta islam yang sesungguhnya. Serta senantiasa menjalankan sunnah Rosulullah dalam kesehariannya. Dia berniat mengkhitbah Syahdiya wanita yang dipilihnya semata karena Allah..

Namun ketika ia datang sudah tak ada lagi Syahdiya di desa tersebut.. Ketika ia menanyakan pada warga, mereka hanya diam kemudian pergi meninggalkannya. Ia kemudian menemui bapak paruhbaya ayah ankatnya ketika menginap dirumahnya tahun lalu..

Bapak itu lalu mengatakan bahwa Syahdiya mengidap penyakit kusta sehingga dia di asingkan di hutan belakang kampung tersebut dekat sebuah air terjun.

Pemuda itu lalu menangis terseduh terhempas di pelukan bapak itu. Dia tetap menginginkan untuk dipertemukan dengan Syahdiya. Lalu bapak itu pun menghantarkannya menuju hutan dimana wanita itu di asingkan. Disana Ia di asingkan di sebuah gubuk tua sendirian setelah sang nenek yang dirawatnya meninggal. Kalau pun ada warga yang menjenguknya, mereka agak menjauh karena takut tertular penyakit yang dialaminya.

Ketika datang Roman bersama bapak yang mengantarnya, disambutlah Syahdiya dengan senyuman tulus seperti biasanya seolah tak ada beban dalam hidupnya. Ia lalu mempersilahkan mereka duduk di tempat khusus tamu.

Tanpa berbasa-basi Roman langsung menyampaikan pada Syahdiya bahwa dia hendak mengkhitbahnya. Ma'rifatus Syahdiya lalu menunduk haru. Dahulu begitu banyak pemuda yang mendekatinya mengharapkan cinta dari dirinya namun setelah penyakit menular itu menyerang dirinya mereka menjauh. Dan kini datang seorang pemuda dengan wajah penuh ketulusan menawarkan sebuah ikatan suci padanya. Namun ia tak bisa menerimanya.

“Bagaimana mungkin aku menerima pinangan antum ya akhie. Aku tidak ingin menzolimi akhun. Aku yakin antum telah mendengar apa yang menimpa diriku ini.” Ungkap Syahdiya.

“Seperti apapun penyakit yang ukhti derita, ana tidak peduli..” Tegas Roman.

“Cinta yang antum agungkan telah membutakan mata antum sehingga tak dapat melihat lebih jauh.. Apa yang antum harapkan dari diriku? Aku bahkan tidak bisa memberikan apa-apa pada diri antum.”

“Kesetiaan ya ukhtie” singkat Roman.

“Kesetiaan saja tak cukup dalam menjalin sebuah bahtera.” Syahdiya lalu menunduk dengan airmata yang berlinang terharu akan itikad pemuda itu. “Batinmu pun membutuhkan cinta.. sebuah cinta yang nyata. Dan aku tak bisa memenuhinya. Di luar sana masih banyak wanita yang lebih baik dari diriku. Yang bisa memberimu keturunan dan cinta yang sepenuhnya. Pergilah.... Biarkanlah aku disini dengan derita ini. Ini telah menjadi takdirku.

“Walillahi ya ukhtie.. Kamulah wanita yang aku pilih atas nama Allah... Jika kerna cantikmu, banyak wanita yang cantik di dunia ini. Aku siap berpuasa.”

Syahdiya tetap tak mau menerima pinangan pemuda itu sebab dia tahu akan menjadi haram jika pernikahannya terjadi sebab akan ada yang terzolimi dengan pernikahan tersebut.

Namun pemuda itu tetap bertahan pada pendiriannya sebab dia yakin akan lebih baik jika kita bersabar. Dia lalu kembali ke kota melanjutkan studynya di spesialis jantung. Dia kuliah sambil bekerja di sebuah Rumah Sakit Umum dan uangnya ditabung untuk membiayai Syahdiya berobat nantinya. Dua tahun kemudian pemuda yang telah diangkat menjadi dokter spesialis jantung itu datang ke desa itu lagi dengan niat tulusnya hendak melamar wanita yang dipilihnya karena keshalihannya tersebut.

Dia lalu menemui bapak angkatnya lagi untuk dipertemukan dengan Syahdiya namun bapak tersebut lalu membawanya ke pusara yang Nisannya bertuliskan nama Ma'rifatus Syahdia. Dia lalu menangis terhempas tak berdaya.. Tak tahu apa yang hendak dilakukan olehnya..

Begitulah insan.. kala cinta telah menyapa, kita rela melakukan apapun demi mendapatkan cinta itu. Mungkin rencana kita telah baik, namun perlu di ingat bahwa rencana Allah lebih baik lagi. Belum tentu apa yang kita anggap baik dimata kita baik pula dimata Allah.. Dia telah mempersiapkan yang lebih baik untuk kita. Yang sesuai dengan akhlak serta perangai kita. Jikalau kita mencinta janganlah sampai kita merasa memiliki kerna apabila yang kita cintai tiada kita akan merasa kehilangan yang teramat sangat.. Ikhlaskanlah segalanya pada Allah dan yakin akan janjinya.. Apapun yang diberikan pada kita itulah yang terbaik untuk kita.

Ana doakan semoga kita semua mendapatkan pasangan yang benar-benar diridhoi oleh Allah.. dan ketika kita mencintai, hanya atas Asma-Nya.

Seindah apapun kisah yang ana tuliskan lebih indah lagi kisa para shahabat wa Shahabyyah..

Aku berlindung kepada Allah dari godaan Syeitan yang terkutuk.


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger