Powered By Blogger

24 Sep 2010

Kerajaan Arab Saudi Merayakan Hari Kebangsaan

Friday, 24 September 2010 15:46
Ada sekitar satu juta pekerja Indonesia yang tengah mencari nafkah di negeri penghasil minyak terbesar di dunia ini

Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta menyelenggarakan Hari Kebangsaan (National Day) Arab Saudi yang berlangsung di Hotel Shangri-la, Jakarta, (23/9).

Acara yang berlangsung sejak pukul 19.30 malam hingga 21.30 itu dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain: mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Wakil Ketua MPR Melani Leimena Suharli, Menakertrans Muhaimin Iskandar, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, anggota DPR yang juga mantan Ketua MPR Hidayat Nurwahid, dan sejumlah pejabat tinggi Negara lainnya.

Turut hadir pula tokoh-tokoh ormas dan lembaga Islam, seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), World Assembly of Muslim Youth (WAMY) Indonesia, Al-Irsyad Al-Islamiyah, dan lainnya.

Dalam acara itu, Duta Besar Arab Saudi YM Ustadz Abdulrahman Al-Khayyath menjelaskan kepada para wartawan, bahwa hubungan antara pemerintah dan rakyat Indonesia dan Arab Saudi terus terjalin baik dan meningkat dalam berbagai bidang: ekonomi, politik, sosial dan budaya.

Ditegaskan pula bahwa Arab Saudi termasuk di antara negara-negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia.

Ditanya tentang perhatian pemerintah Arab Saudi kepada para tenaga kerja Indonesia, Al-Khayyath menegaskan bahwa TKI Indonesia sangat dihormati, disukai dan dihargai oleh pemerintah dan rakyat Arab Saudi. Terdapat sekitar satu juta pekerja Indonesia yang tengah mencari nafkah di negeri penghasil minyak terbesar di dunia itu.

Terkait dengan harapan pemerintah dan rakyat Indonesia, melalui Departemen Agama RI untuk penambahan kuota haji, Al-Khayyath menjelaskan bahwa pemerintah Arab Saudi sangat memberi perhatian terhadap Indonesia yang merupakan Negara Muslim terbesar di dunia.

“Saat ini, Indonesia telah memiliki kuota haji sekitar 211 ribu, dan diharapkan jumlah ini akan bertambah di masa yang akan datang jika dipandang perlu dan tepat.” [nur/hidayatullah.com]


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Berlindung pada Asing, Festival Film Gay Digelar di Indonesia

Friday, 24 September 2010 20:09
Sebelumnya, acara konferensi gay dan lesbian se-Asia di Surabaya gagal diadakan akibat ditolak masyarakat setempat

Seolah mengabaikan kasus sebelumnya yang pernah menjadi masalah serius di Surabaya, Jawa Timur, tiba-tiba, tanpa ada publikasi, hari ini Jumat (24/9) festival film gay terbesar di Asia dibuka di Jakarta. Beberapa media asing, seperti BBC, AFP dan Al Arabiya mengulasnya. Ditulis dalam berita itu bahwa festival film homo itu merupakan kali pertama digelar di negara mayoritas berpenduduk Muslim.

Festival film yang kerap disebut Q! Film Festival itu mulai berlangsung Jumat. Dalam ajang yang kesembilan kalinya ini rencananya bakal ditampilkan sebanyak 150 film dari lebih 20 negara di dunia termasuk dari Prancis, Jepang, dan Filipina. Film-film itu bertemakan persoalan hak kaum homoseksual dan HIV/AIDS.

Sutradara Festival, John Badalu, mengaku tak mengharapkan penolakan dari publik, lantaran itu ajang ini dijaga kerahasiaannya karena adanya stigma yang menentang homoseksual dari kalangan Muslim di Indonesia.

''Kami tak mau mempublikasi acara ini di media lokal karena mayoritas penduduk masih konservatif,'' ujarnya.

Situs jejaring sosial seperti Twitter (twitter.com/Qfilmfestival) banyak mengulas ajang tersebut. Dengan maksud untuk memperlihatkan tujuan dari ajang itu, bahwa komunitas kelainan seksuaal yang masih dianggap aneh itu tetap ada di Indonesia.

''Biarkan masyarakat mengetahui, bahwa komunitas yang dianggap aneh ini masih hidup di Indonesia,'' katanya.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Informasi dan Telekomunikasi, Gatot Dewa Broto, dalam berita itu, mengatakan bahwa pemerintah pusat telah memberikan jaminan bahwa festival film gay itu bisa berjalan.

''Kami tidak keberatan selama kontennya tidak menampilkan seks secara eksplisit, tidak terlalu vulgar, kita setuju, kita dapat mentolerir,'' ujarnya.

''Festival ini telah berlangsung selama bertahun-tahun. Panitia tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, serta mempertimbangkan nuansa etis dan norma di Indonesia,'' tambahnya. Penyelenggara festival tidak mau mengambil risiko dan telah mengambil langkah-langkah untuk memastikan ajang itu berlangsung tanpa insiden.

Dihubungi Hidayatullah.com secara terpisah, Gatot Dewa Broto membenarkan pemberitaan tersebut.

Dia menandaskan, yang disepakati Keminfo dalam hal ini adalah pementasan festifal filmnya. Bukan perilaku gay-nya.

"Apapun bentuk festifal asing di Indonesia harus tetap sesuai dengan norma kessusilaan yang berlaku. Kalau gay-nya tetap kita tidak setuju," kata Broto.

Dukungan Asing

Sebagaimana diakui, John Badudu memanfaatkan festival ini dengan cara sembunyi-sembunyi dengan memanfaatkan dukungan internasional.

''Pendanaan festival film ini berasal dari kelompok-kelompok asing. Kami memutar film di pusat-pusat asing. Kelompok radikal tidak akan berani menyerang kita. Jika mereka melakukannya, ini sama saja menyerang negara asing,'' ujar Badalu.

Sebelum ini, bulan Maret sebuah konferensi gay dan lesbian se-Asia Pasifik yang diadakan di Surabaya ditolak oleh sejumlah masyarakat. Akibatnya, acara kaum yang paling dibenci al-Quran itu batal melaksanakan acaranya [ain/hidayatullah.com]

foto: Konferensi gay dan lesbi yang ditolak masyarakat di Surabaya, Jawa Timur


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Bentrokan Baru Terjadi, Israel Batasi Akses Masjid Al-Aqsha

Friday, 24 September 2010 15:55
Pasukan Israel lukai puluhan orang Palestina dengan peluru-peluru karet dan gas Madma

Bentrokan baru terjadi lagi antara pemuda Palestina dengan pasukan Israel, pada hari Kamis (23/9) sore di al-Quds. Bentrokan itu melukai rakyat Palestina. Selain itu, pasukan Israel juga melarang rakyat Palestina yang berusia di bawah 50 tahun untuk memasuki masjid al-Aqsha, pada hari Jum'at. Demikian dilaporkan Al-Jazeera.net (24/9).

Dalam bentrokan terakhir itu, pasukan Israel menggunakan gas Madma dan peluru karet untuk membubarkan pemuda Palestina. Sedangkan pemuda Palestina membalasnya dengan melempari batu kepada pasukan Israel.

Bentrokan yang terjadi di sektor Sloane, al-Bustan dan Bathnul Hawa itu setidaknya melukai lima orang Palestina oleh peluru-peluru karet Israel.

Menurut saksi mata dari penduduk al-Quds, pasukan Israel juga melancarkan serangan gas Madma kepada pemuda Palestina, yang menyebabkan puluhan penduduk al-Quds cedera dan sesak nafas.

Bentrokan tersebut terjadi sehari setelah syahidnya pemuda Silwan yang ditembak oleh salah seorang Israel. Hal itu menyebabkan pecahnya bentrokan pada hari Rabu (22/9), antara pemuda Palestina dengan polisi Israel dan pemukim

Bentrokan hari Rabu kemarin, diikuti dengan pengepungan masjid al-Aqsha oleh pasukan Israel dan menangkap setidaknya enam orang Palestina. [sdz/jzr/hidayatullah.com]


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

22 Sep 2010

Ormas Islam Riau Sayangkan Pemberitaan Nasional Tentang Kasus Bekasi

Wednesday, 22 September 2010 12:12
Perwakilan ormas Islam Riau menyayangkan sikap jemaat gereja HKBP Bekasi yang dinilai terus “memprovokasi” umat Islam

Tanggal 21 September 2010, sekitar 24 ormas Islam mengeluarkan pernyataan sikap berkaitan dengan pemberitaan berita nasional di Indonesia menyangkut kasus pemberitaan masalah perkelahian yang menyebabkan penusukan terhadap pendeta HKBP Bekas.

Bertempat di aula masjid Agung An Nuur Pekanbaru, acara yang menghadirkan para ulama, ustadz, mubalighah dan perwakilan ormas-ormas Islam itu juga menghadirkan pembicara Prof. DR.Said Aqil Husein Al Munawar, MA (Guru besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) dan Prof. Dr. H. Mahdini,MA (Ketua Umum MUI Provinsi Riau).

24 ormas Islam itu di antaranya adalah MUI Riau, FPI Riau, PW Muhammadiyah Riau, DPD 1 HTI Riau, BKSPPM Riau, MES riau, IKMI kota, MDI kota, PWNU Riau, DPW Sarbamusi Riau, ICMI Riau, BWA Riau, dan BKLDK Riau.

Dalam pernyataan sikapnya, umat Islam Riau sangat menyayangkan berita yang disebarkan oleh media massa nasional tertentu yang tidak berimbang dan tidak sesuai dengan fakta, seakan-akan umat Islam tidak toleran. Padahal yang sesungguhnya terjadi adalah pihak gereja HKBP tidak mengikuti peraturan yang berlaku.

Umat Islam Riau juga menyayangkan sikap jemaat gereja HKBP yang terus memprovokasi umat Islam dan sepertinya tidak ada i’tikad baik untuk membangun kerukunan antarumat beragama di Bekasi.

Dalam pernyataannya, perwakilan ormas Islam juga mengatakan, kaum Muslimin tidak pernah mempersoalkan aktivitas peribadatan agama-agama lain. Bahkan sejarah membuktikan, ratusan tahun umat Islam melindungi dan menghargai ahlul dzimah (non-muslim). Tetapi yang menjadi masalah adalah kegiatan-kegiatan misionaris yang secara demonstratif berupaya memurtadkan umat Islam.

Karenanya, perwakilan ormas Islam menolak segala upaya yang menginginkan pencabutan Peraturan Bersama Menteri.

“Menolak upaya pihak-pihak tertentu yang menginginkan dicabutnya Peraturan Bersama Mendagri dan Menteri Agama No 8 dan 9 tahun 2006 tentang pendirian tempat ibadah,” tulisnya dalam rilis yang dikirim ke hidayatullah.com. [idris/hidayatullah.com]


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Komnas HAM: Polri Terlalu Dini Tuduh Baasyir

Wednesday, 22 September 2010 12:21
Hak bersuara tentang masalah terorisme selama ini hanya pada Polri, pendapat masyarakat dan publik sering tak digubris

Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Indonesia, Saharuddin Daming, sangat menyayangkan pernyataan yang dinilai terlalu dini dari Mabes Polri yang menyebutkan bahwa Pimpinan Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) Abu Bakar Ba'asyir terlibat dalam kasus perampokan di Bank CIMB Niaga.

Daming menyebut pernyataan tersebut adalah kesimpulan yang prematur dan tidak mengindahkan praduga tak bersalah.

"Saya sungguh-sungguh menyesalkan pernyataan tersebut. Ini isu murahan. Polri hanya menjadikan Densus 88 sebagai alat prestasi saja sebetulnya," kata Saharuddin Daming yang dihubungi Hidayatullah.com, Rabu (22/09).

Alat prestasi tersebut, jelas Daming, tampak dengan adanya upaya Polri melakukan skenario untuk memperlihatkan kepada publik bahwa mereka bekerja.

Apalagi, menurutnya, yang punya hak bersuara mutlak selama ini tentang masalah terorisme hanya pada Polri, sedangkan pendapat masyarakat atau publik tak digubris.

Pada realitanya, menghadapi kelompok yang kerap dilekatkan dengan gerakan teroris dengan cara konvensional ini, menurut Daming, tidak akan memunculkan kehebohan yang luar biasa.

"Maka dipakailah Densus 88 dengan isu terorisme. Mereka boleh membunuh siapa saja yang mereka anggap bisa dibunuh," katanya.

Besarnya perhatian pemerintah kepada Densus 88, lembaga negara spesial ini pun mendapatkan anggaran dana sebesar Rp 2,1 trilyun pada tahun 2009. Kata Daming, dana tersebut sangat besar ketimbang nominal yang diterima lembaga negara yang lain.

"Agar 2,1 trilyun itu dianggap pas, maka diciptakanlah isu terorisme sebab ini dianggap sebagai agenda besar. Maka besar kemungkinan sikap arogansi di Bandara Polonia kemarin, merupakan refleksi besarnya perhatian negara terhadap Densus. Mereka tidak lagi mengindahkan prosedur dan aturan yang ada," imbuh Daming.

Saharuddin menilai, serangan belasan orang tak dikenal ke Markas Polsek Hamparan Perak, Deli Serdang, Sumut, pada dinihari tadi (22/09), boleh jadi merupakan indikasi bahwa gerakan kelompok bersenjata telah mengalihkan target mereka ke polisi.

Menurut Saharuddin, jika selama ini kelompok yang selama ini kerap dilekatkan dengan jaringan teroris hanya memusatkan serangkaian agenda mereka kepada simbol-simbol asing, namun kini sudah juga sudah mengarah ke Polri.

"Dari kelompoknya selalu ada yang ditembak mati. Ini kemudian yang akan meningkatkan resistensi kelompok ini," tutur Daming. [ain/hidayatullah.com]


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Rabi Zionis Tuding Obama Tanda Sial Bagi Israel

Wednesday, 22 September 2010 12:40
Sebuah lembaga rabi Zionis di Baitul Maqdis menyatakan, Obama disebutkan tiga kali dalam kitab Taurat

Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama yang dinilai sebagai pendukung utama Zionis Israel, menggelar berbagai perundingan damai dalam upaya memberikan legitimasi pada eksistensi Israel. Namun Obama justru dituding sebagai faktor kehancuran Zionis.

Haar Atsion, sebuah lembaga rabi Zionis di Baitul Maqdis menyatakan, "Nama Obama disebutkan tiga kali dalam kitab Taurat, dan ia merupakan salah satu di antara tanda-tanda semakin dekatnya hari kiamat, karena pada masanya akan terjadi perang besar melawan Israel yang akan menghancurkan Zionis."

Para rabi di lembaga tersebut menjelaskan bahwa tahun 2012 adalah akhir dunia dan kiamat akan terjadi 2035 dan dihidupkannya kembali orang-orang mati. Mereka juga menyebutkan bahwa Presiden Mesir, Hosni Mubarak, Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz, Raja Jordania Abdullah II, dalam waktu dekat akan terguling, dan di negara-negara tersebut akan muncul pemerintahan Islam.

Menurut koran El-Misr el-Youm terbitan Kairo menulis, "Tampaknya para rabi Zionis ini menghubung-hubungkan konflik internasional dengan prediksi kitab Taurat tentang akhir zaman dan berusaha untuk menggulirkan skenario mereka untuk tahun-tahun mendatang."

Dengan mengemukakan klaim soal tenggelamnya tiga perempat wilayah Amerika Serikat pada akhir tahun 2013 akibat benturan dengan meteor dan badai topan, serta tewasnya lebih dari 200 juta warga Amerika, mereka berupaya memotivasi kaum Yahudi di Amerika Serikat untuk berhijrah ke Israel."

Menurut para rabi Zionis itu, akan menjadi sangat lemah pasca bencana tersebut dan negara-negara Arab di kawasan merencanakan serangan ke Israel. Oleh karena itu, Tel Aviv harus mempersenjatai dengan berbagai macam senjata mutakhir dalam rangka membela diri.

Pernyataan para rabi Zionis itu dikutip lengkap oleh koran Yedeot Aharonot, terbitan Israel.


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Hamas: Mesir Gunakan Pintu Perbatasan Sebagai Perangkap

Wednesday, 22 September 2010 12:49
Persona non-grata tidak dilarang masuk, tapi dibiarkan melintasi Mesir untuk kemudian ditangkap

Hamas mencurigai Kairo menggunakan perbatasan Rafah sebagai alat untuk menangkapi para pejabat partainya saat keluar negeri, menyusul penahanan kepala intelijen pemerintah Gaza baru-baru ini.

Jurubicara Hamas Fawzi Barhoum mengatakan kepada wartawan hari Selasa (21/9) bahwa pembukaan pintu perbatasan untuk menjebak para pejabat Hamas merupakan tindakan yang "tidak dapat diterima dan tidak pantas."

Hari Ahad (19/9), pihak keamanan Mesir mengumumkan bahwa mereka telah menangkap Muhammad Dabaeesh alias Abu Radwan, komandan intel Hamas di Bandara Internasional Kairo.

"Beberapa pemimpin Hamas dan afiliasinya dimasukkan daftar hitam oleh Mesir dan tidak dapat bepergian melalui wilayah Mesir," kata Barhoum.

Barhoum menyebut insiden penangkapan Abu Radwan sebagai "perangkap", karena menurutnya jika dia di-persona non-grata oleh Mesir, seharusnya Abu Radwan diberitahu. Dalam kejadian ini, Abu Radwan ditangkap setelah diberi izin melintas perbatasan Rafah.

Barhoum mengatakan Dabaeesh yang merupakan salah seorang anggota negosiasi Hamas, bepergian ke Kairo beberapa kali pada tahun 2009 untuk membicarakan kemungkinan rekonsiliasi dengan Fatah. Dan pada awal tahun 2010 dia pergi ke Arab Saudi lewat Mesir.

"Dia tidak pernah dilarang melintas, dan tidak pernah dituduh melakukan apapun," ujar Barhoum.

Pemimpin pemerintah Gaza meminta penjelasan intelijen Mesir atas penangkapan tersebut, dan diberitahu bahwa Dabaeesh akan dibebaskan pada hari Sabtu, kata Barhoum.

"Pembebasannya ditunda menjadi Ahad, kemudian Senin, tapi (kenyataannya) Dabaeesh masih di dalam tahanan."

"Media Mesir menyombongkan penahanan Dabaeesh dengan menyebutnya sebagai hantaman besar bagi Hamas... Laporan media bahkan menyebut dia menyelundupkan alat-alat komunikasi dan uang tunai untuk Hamas."

Kepada Maan sebuah sumber keamanan Mesir mengatakan, penahanan Dabaeesh di bandara terkait dengan upaya penyelundupan peralatan nirkabel bernilai jutaan dollar melalui terowongan.

Hamas memperingatkan dampak penahanan tersebut pada hubungan Hamas-Mesir yang akan semakin menurun dan tegang.

Pada bulan Mei silam, kelompok perjuangan itu membantah laporan yang menyebutkan bahwa Mesir telah membekukan semua kontak dengan Hamas. Namun hubungan mereka memang menegang seiring dengan meningkatnya tindakan keras pasukan Mesir di sepanjang perbatasan Gaza. [di/maan/hidayatullah.com]


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger