Powered By Blogger

24 Sep 2010

Saudara Kandung Habibie Bikin Geert Wilders Marah

Friday, 24 September 2010 12:40
Junus mengatakan, hubungan antara Belanda dengan Indonesia terganggu jika Wilders bergabung dengan pemerintahan baru

Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Belanda, Junus Effendi Habibie membuat marah Pemimpin Partai untuk Kebebasan Belanda (PVV) yang anti-Islam, Geert Wilders,

Wilders marah terhadap adik kandung BJ Habibie itu karena dalam sebuah wawancara di koran Belanda, Junus mengatakan para pemilih PVV kemungkinan ‘orang gila’.

Menurut Wilders, istilah yang digunakan Junus untuk menggambarkan para pemilih PVV itu seharusnya tak layak dilontarkan.

Akibat kasus ini, PVV meminta Menlu Belanda, Verhagen memanggil Junus Effendi Habibie terkait ungkapannya tentang Geert Wilders serta pemilih PVV.

Sebelumnua, Junus Effendi Habibie dalam wawancara dengan surat kabar Financiele Dagblad mengatakan, kunjungan kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bulan Oktober mendatang kemungkinan besar batal kalau PVV masuk kabinet baru Belanda. Selain itu Junus Effendi menyebut para pengikut Wilders terjangkit 'psikose ketakutan'. Wilders menamakan pernyataan itu 'tidak benar dan tidak tepat.'

Tidak Campur

Kepada Radio Nederland, Junus Habibie menekankan bahwa dirinya tidak mau mencampuri urusan interen Belanda.

"Saya bilang, pemerintah saya tidak mau mencampuri urusan dalam negeri Belanda. Itu yang pertama."

Selain itu Junus juga menyatakan bahwa kunjungan Presiden SBY dijadwalkan 6 sampai dengan 9 Oktober atas undangan Ratu Belanda.

"Presiden saya diundang oleh Ratu (Belanda) untuk datang dan ia menyatakan akan datang. Memang kalau, pemerintah Belanda banyak dipengaruhi oleh Wilders, Presiden saya akan datang tetapi tidak nyaman. Karena dia datang buat Ratu."

Memaki Islam

Habibie juga menanggapi ungkapan Wilders yang sering menghina Islam. "Apalagi kalau Wilders memaki-maki Islam, memaki-maki Indonesia. Kok dia boleh memaki Islam? Saya kan boleh mengatakan tersinggung. Kita sebagai orang Islam tersinggung kalau kita dibilang achterlijk (terbelakang red.) dan segala macam."

Dalam wawancaranya, Junus juga mengatakan hubungan antara Belanda dengan Indonesia bakal terganggu jika Wilders bergabung dengan pemerintahan baru.

Junus Effendi Habibie resmi menjadi Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda sejak 29 November 2006. Junus diangkat setelah menghadap Ratu Belanda Beatrix untuk menyerahkan surat kepercayaan. [rnw/cha/hidayatullah.com]


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Bakar Qur`an, 6 Warga Inggris Ditangkap

Friday, 24 September 2010 14:41
Penangkapan dilakukan karena Inggris takut tentaranya di luar negeri akan mendapat serangan balasan

Enam orang warga Inggris ditangkap dengan tuduhan menimbulkan kebencian rasial dengan membakar Qur'an lalu menampilkannya di internet.

Polisi Northumbria menahan dua orang pria pada 15 September dan empat pria lainnya Rabu (22/9).

"Penangkapan dilakukan karena pembakaran atas apa yang kami yakini sebagai dua buah al-Qur`an di Gateshead pada 11 September," kata jurubicara polisi.

"Aksi itu direkam dan videonya dimuat di internet."

Dalam sebuah rekaman video yang masih bisa diakses di YouTube, terlihat enam orang pria muda dengan jaket bertudung dan wajah tertutup menyiramkan bensin ke sebuah kitab dan membakarnya, kemudian mereka membakar satu buah lagi.

Polisi mengatakan, mereka tidak menangkap para tersangka karena menonton atau menyebarkan video tersebut, melainkan karena melakukan pembakaran al Qur'an.

Dalam aksi yang diyakini dilakukan di belakang pub bernama The Bugle di Leam Lane, Felling, para pelaku terlihat bersorak gembira ketika Qur'an pertama mulai terbakar. Seorang pria tertawa sambil menendang al-Qur'an, sementara teman-temannya berteriak "Ini untuk anak-anak di Afghanistan (maksudnya para prajurit Inggris. ed), 11 September, hari pembakaran al-Qur'an sedunia, untuk semua korban 9/11."

"Begini cara kita melakukannya di Gateshead, bukan?" kata mereka.

Para pelaku rupanya tidak menunjukkan penyesalan atas aksinya. Mereka mengakui telah membakar al-Qur`an, tapi tidak mengunggahnya ke internet.

Mereka menyebut dirinya sebagai "orang Inggris yang nasionalis" tapi menolak untuk mengidentifikasi dirinya. Mereka beralasan aksinya dilatarbelakangi "frustasi" karena ada "satu hukum untuk Muslim" sementara ada hukum lain bagi warga kulit putih Inggris.

Pejabat Inggris rupanya takut insiden ini membahayakan mereka.

Takut pasukan Inggris yang berada di luar negeri mendapat balasan karena insiden tersebut, sebagaimana dilansir Daily Mail (24/9), polisi segera memasukkan berkas tuntutan ke Jaksa Agung Dominic Grieve.

Jaksa penuntut menunggu petunjuk dari Dominic Grieve, apakah akan melakukan tuntutan dengan Public Order Act 1986, yang bisa menjatuhkan sanksi maksimal hingga tujuh tahun penjara. Para pelaku yang berasal dari lingkungan tempat tinggal yang sama itu bisa dilepas dengan uang jaminan hingga pertengahan Nopember.

Anggota parlemen dari Partai Buruh Ian Mearns mengatakan, "Jika (aksi) ini dipublikasikan secara luas bisa membahayakan pasukan kita dan warga Inggris yang berada di belahan dunia lain." [di/dm/asp/hidayatullah.com]


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Calon Panglima TNI Janji Kaji TNI Berjilbab

Friday, 24 September 2010 15:20

Yoyoh Yusroh, anggota Komisi I DPR dari FPKS kembali menanyakan kemungkinan TNI Muslimah berjilbab


Hidayatullah.com—Wacana TNI Muslimah berjilbab kembali mengemuka saat fit and proper test calon Panglima TNI, Laksamana TNI Agus Suhartono di Komisi I, Kamis (23/09).

Adalah Yoyoh Yusroh, anggota Komisi I DPR yang mencoba memunculkan kembali wacana tersebut. Politisi perempuan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menanyakan soal kemungkinan TNI Muslimah berjilbab.

“Apakah jika nanti terpilih, akan memperbolehkan Korps Wanita TNI di semua angkatan untuk berjilbab?” tanya Yoyoh kepada Calon Panglima TNI, Laksamana Agus Suhartono.

Agus berjanji akan mempertimbangkan kemungkinan tentara wanita diperbolehkan mengenakan kerudung atau jilbab. Hal itu disampaikan Agus guna menanggapi usulan anggota Komisi I DPR tersebut.

"Maaf, kami belum bisa menjawabnya secara langsung, karena harus kami pelajari dan ditimbang dengan peraturan yang sudah ada," kata Laksamana Agus Suhartono, saat fit and proper test dirinya sebagai calon Panglima TNI, di ruang rapat Komisi I DPR, Jakarta, Kamis (23/9).

Menurutnya, untuk kalangan PNS memang tidak jadi persoalan jika berjilbab. Namun untuk anggota TNI, saat ini memang belum memungkinkan.

"Tapi nanti akan kami kaji kembali," sambung Agus Suhartono.

Ketika uji kelayakan pada Djoko Santoso menjadi Panglima TNI, hal serupa juga pernah diwacanakan.

Yoyoh Yusroh melontarkan usulannya kepada Agus Suhartono selaku calon Panglima TNI, agar wanita anggota TNI diperbolehkan berjilbab. Yoyoh menyebutkan, untuk warna dan rancangannya bisa menjadi kewenangan masing-masing kesatuan.

"Barangkali bisa yang rancangannya tidak mengganggu aktivitas atau tugas sehari-hari," cetus Yoyoh.

Menurut Yoyoh, mengenakan jilbab bagi seorang perempuan muslimah adalah hak yang diatur dalam pasal 29 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945. Karena itu menurutnya, semua peraturan perundang-undangan haruslah mengacu kepada hak dasar yang telah diatur dalam konstitusi tersebut.

Pertimbangan lain Panglima TNI sebelumnya, melalui Surat Keputusan (SKEP) Panglima TNI No.346/X/2004 tanggal 5 Oktober 2004 memperbolehkan Korps Wanita Angkatan Darat di Daerah Istimewa (DI) Aceh, mengenakan jilbab.

“Mengapa itu tidak diberlakukan sama di semua daerah?” tanya Yoyoh lagi. Ia menambahkan, pengenaan jilbab itu bagi perempuan muslimah di semua profesi dibolehkan dan nyatanya tidak pernah menghambat kinerja mereka. [cha, berbagai sumber/hidayatullah.com]


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Suka Membodohkan Orang, Tanda Ilmu Tak Bermanfaat

Friday, 24 September 2010 15:26
Seyogyanya kita selalu melihat ke dalam diri kita sendiri dan tidak sibuk menghakimi orang lain


Suatu saat beberapa sahabat Al Hasan Al Bashri menyebutkan beberapa definisi tawadhu’, namun beliau diam saja. Saat definisi semakin banyak disebut, beliau mengatakan,”Aku menilai kalian telah banyak menyebut apa itu tawadhu’.”

Akhirnya mereka balik bertanya, “Apa tawadhu’ itu menurut Anda?”

Al Hasan Al Bashri menjawab, “Seorang keluar dari rumahnya, maka ia tidak bertemu seorang Muslim, kecuali mengira bahwa yang ditemui itu lebih baik dari dirinya.” (Az Zuhd, hal. 279)

Apa yang disebutkan Al Hasan Al Bashri mirip dengan nasihat Imam Al Ghazali mengenai tawadhu’. Beliau mengetakan,”Janganlah engkau melihat kepada seseorang kecuali engkau menilai bahwa ia lebih baik darimu. Jika melihat anak kecil, engkau mengatakan,’Ia belum bermaksiat kepada Allah sedangkan aku telah melakukannya, maka ia lebih baik dariku’. Jika melihat orang yang lebih tua, engkau mengatakan, ‘Orang ini telah melakukan ibadah sebelum aku melakukannya, maka tidak diragukan bahwa ia lebih baik dariku.’ Dan jika ia melihat orang alim (pandai), maka ia berkata,’Ia telah diberi Allah ilmu lebih dibanding aku dan telah sampai pada derajat yang aku belum sampai kepadanya.’ Kalau ia melihat orang bermaksiat, ia berkata, “Ia melakukannya karena kebodohan, sedangkan aku melakukannya dan tahu bahwa perbuatan itu dilarang. Maka, hujjah Allah kepadaku akan lebih kuat.’” (Maraqi Al Ubudiyah, hal. 79)

Maka seyogyanya kita selalu melihat ke dalam diri kita sendiri dan tidak sibuk menghakimi orang lain, karena disamping bisa jadi sebenarnya mereka lebih baik dari kita, hal demikian bisa menimbulkan sifat ujub.

Sebab itulah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengatakan,” Jika seorang laki-laki berkata ‘manusia telah celaka’, maka ialah yang paling celaka.” (Riwayat Muslim)

Imam Al Khattabi menjelaskan bahwa kemungkinan orang yang mengatakan demikian menimbulkan sifat ujub kepada dirinya dan menilai bahwa pada manusia sudah tidak terdapat sifat kebaikan. Dan merasa bahwa dirinya lebih baik dari mereka. Maka pada hakikatnya, orang ini telah celaka. (lihat, Al Adzkar, hal. 574)

Imam Malik pun berpendapat bahwa kalau pelakunya mengatakan hal demikian karena ujub dan meremehkan manusia terhadap dien mereka, maka itu hal yang dibenci dan yang terlarang. Namun jika mengatakannya karena merasa prihatin, maka hal itu tidak mengapa. (lihat, Al Adzkar, hal. 575)

Tanda-tanda Ilmu Bermanfaat

Salah satu hal yang menyebabkan seseorang rawan kehilangan sifat tawadhu’nya adalah ilmu yang dimiliki. Karena merasa memiliki ilmu, terkadang seseorang dengan mudah membodoh-bodohkan manusia. Sebab itulah Al Hafidz Ibnu Rajab dalam karya beliau, Fadhl Ilmi As Salaf ala Ilmi Al Khalaf, memberi penekanan khusus tentang hal ini.

Beliau mengatakan, ”Adapun tanda-tanda ilmu tidak bermanfaat adalah, seseorang tidak memiliki kesibukan kecuali takabbur dengan ilmunya di hadapan manusia. Dan menunjukkan kelebihan ilmunya kepada mereka. Serta merendahkan meraka, untuk meninggikan posisinya terhadap mereka. Ini merupakah hal yang terburuk dan paling menjijikkan dari yang diperoleh. Bisa jadi ia menisbatkan para ulama sebelumnya sebagai dengan kebodohan, kelalaian dan kealphaan.”

Kemudian beliau mengatakan, ”Adapun tanda-tanda ilmu bermanfaat adalah suudzan terhadap diri sendiri dan husnudzan terhadap para ulama sebelumnya. Mengakui dalam hati dan jiwa terhadap kelebihan para ulama sebelum mereka dibanding dirinya dan ketidakmampuannya menyamai posisi mereka untuk sampai atau mendekati derajat mereka.” (lihat, Shafhat min Shabri Al Ulama, hal. 378)

Mudah-mudahan kita semua dianugerahi sifat-sifat tawadhu’ dan dijauhkan dari sifat-sifat tercela seperti kibr dan ujub, hingga tercatat sebagai dalam golongan orang-orang yang ilmunya bermanfaat. [tho/hidayatullah.com]


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Soal Cadar, Pemimpin Islam Prancis Berkomentar

Friday, 24 September 2010 15:37
Prancis akan menjadi negara pertama di Eropa yang akan memperkenalkan larangan cadar

Para pemimpin Islam Prancis Kamis minta umat Islam untuk menghormati larangan negara itu terhadap pemakaian cadar dan juga minta pada pemerintah untuk tidak menggunakan Undang-Undang itu menstigmatisasi warga Muslim.

Mereka berbicara setelah menemui Presiden Prancis Nicolas Sarkozy di Istana Elysee, sebagaimana dikutip dari Reuters.

Senat Prancis telah mengesahkan Undang-Undang itu pekan lalu, yang akan meratakan jalan bagi pelarangan pemakaian cadar di depan umum setelah periode enam bulan untuk memberi informasi pada sejumlah wanita yang mengenakannya.

Prancis akan menjadi negara pertama di Eropa yang akan memperkenalkan larangan tersebut jika negara itu mengesahkan pemilihan oleh Dewan Konstitusi, otoritas konstitusi tertinggi Prancis.

Para pelanggarnya akan didenda sebesar 150 euro atau diminta untuk mengambil kelas kewarganegaraan.

"Bagi kita, sebagai warga yang bertanggung jawab, waktu untuk perdebatan telah lewat. Undang-undang telah disetujui," kata Mohammed Moussaoui, pemimpin Dewan Muslim Prancis (CFCM), setelah pertemuan itu.

Sementara tidak ada penyokong cadar, Moussaoui menentang perundangan itu pada saat perdebatan berbulan-bulan lamanya yang mendahului pengesahannya di Majelis Nasional Juli lalu dan kemudian di Senat.

"Kita akan melakukan semua pekerjaan pendidikan yang dibutuhkan guna membantu para wanita yang mengenakan cadar untuk menghadapi Undang-Undang itu," katanya.

Pada waktu yang sama, ia menambahkan, CFCM akan mengawasi pelaksanaannya "agar Undang-Undang itu tidak menstigmatisasi warga Muslim".

Merujuk pada kemungkinan balas dendam terhadap Prancis oleh pengikut garis keras Islam yang marah karena Undang-Undang itu, Moussaoui mengatakan CFCM mengutuk "semua tindakan yang ditujukan pada rekan-rekan kami dan negara kami, khususnya jika tindakan itu dilakukan oleh orang-orang yang mengklaim sebagai Muslim".

"Kita harus membuang dari kamus kita istilah `Islamis` untuk melukiskan teroris. Kita lebih menyukai (pelukisan) `teroris` dan `penjahat`. Kita tidak menerima `Islam` dan agama Islam dikaitkan dengan aksi terorisme."

Menteri Kehakiman Michele Alliot-Marie mengatakan kepada Senat sebelum pemungutan suara 446-1 untuk pelarangannya bahwa undang-undang itu menegaskan nilai-nilai persamaan dan martabat semua orang dan akan mencegah wanita menjadi anggota-anggota "tanpa terlihat muka (faceless)" dari satu masyarakat etnik yang lebih besar.

Masyarakat Muslim Prancis yang terdiri atas lima juta orang adalah yang terbesar di Eropa Barat, tapi kurang dari 2.000 wanita diyakini telah mengenakan cadar.

Banyak pemimpin Muslim mengatakan mereka tidak mendukung cadar ataupun undang-undang yang melarangnya. [ant/hidayatullah.com]


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Sejumlah Negara Mohon PBB Usut Pembakaran al Quran

Friday, 24 September 2010 20:15
Aksi OKI ini mendapat dukungan dari Russia, China, negara Asia dan Afrika yang berupaya untuk menyadarkan PBB tentang aksi `Anti Islam'

Sejumlah negara Islam meminta Badan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengusut rencana pembakaran Al Quran oleh pendeta AS, Jumat.

Keputusan 57 negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI) sedang dikumpulkan oleh Pakistan yang berisi permohonan kepada badan itu untuk menindak segala kegiatan kelompok ekstrimis yang merencanakan `hari pembakaran Al Quran`.

Menurut dutanya, keputusan tersebut diperkirakan akan diterima mengingat OKI dan sejumlah 47 negara pendukungnya adalah anggota PBB dan keputusan itu tidak berlatar belakang untuk mengutuk rencana Presiden Barack Obama serta pemimpin negara asing lainnya.

Selain itu, rencana yang dibuat oleh pendeta dari Florida yang tidak terkenal, Terry Jones, merupakan hal yang tidak berlandaskan tenggang rasa, amat diskriminatif, serta bersifat melukai perasaan umat Muslim di seluruh dunia.

Aksi OKI yang juga mendapat dukungan dari Russia, China, serta negara-negara Asia dan Afrika berupaya untuk menyadarkan PBB bahwa aksi `Anti Islam` sebagai tindakan rasisme dan dapat dikenai sanksi hukum internasional.

Hal itu juga memicu terjadinya unjuk rasa anti AS di negara-negara Muslim yang telah menimbulkan korban jiwa, bahkan setelah rencana kejam untuk memperingati 11 September itu dibatalkan.

Saat pidato di Jenewa, Sekretaris Jenderal OKI, Ekmeleddin Ihsanoglu, menjelaskan bahwa rencana Jones itu melanggar larangan yang didukung oleh PBB mengenai `penistaan agama`.

Sementara itu, upaya OKI mendapat tantangan dari negara-negara Barat dan beberapa sekutu Amerika Latin yang berpendapat bahwa mereka membatasi hak berpendapat dan hak kebebasan hidup seseorang.

Para duta negara Eropa tidak memberikan tanggapannya mengenai keputusan tersebut, karena pemerintahan mereka telah mengutuk rencana pembakaran Al Quran itu, namun mereka takut bahwa putusan tersebut dapat memicu hal yang tidak diinginkan.

Keputusan tersebut akan segera diberikan kepada badan PBB setelah semua isinya selesai dibahas pada akhir pekan depan.[ant/hidayatullah.com]


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Rencana Klinik Kehamilan Bagi Siswa Inggris Tuai Polemik

Friday, 24 September 2010 15:42
Tahun 2006, kasus pengguguran janin di Inggris sebanyak 200 ribu kasus. Mayoritas pelaku adalah ABG berusia belasan tahun


Gagasan penyediaan fasilitas klinik kehamilan di sekolah-sekolah Inggris menimbulkan protes dari berbagai pihak, mulai dari para orangtua sampai guru. Mereka berpendapat hal ini akan mengubah pola pikir remaja dan akan menimbulkan masalah. Anggapan bahwa gagasan ini akan diinterpretasikan sebagai dukungan terhadap seks bebas di kalangan remaja adalah hal yang paling membuat para orangtua di Inggris geram.

Gagasan ini awalnya datang dari Badan Kesehatan Nasional Inggris (NICE), Inggris. Menurut NICE, penyediaan fasilitas klinik kehamilan di sekolah-sekolah Inggris karena banyak fakta kasus kematian bayi ataupun sang Ibu yang terjadi di kalanganan remaja.

"Pelayanan kesehatan bagi para remaja yang hamil harus dimulai dari lingkungan sekolah," kata Dr Gillian Leng, Wakil Direktur Eksekutif Badan Kesehatan Nasional Inggris (NICE) di London, Rabu (22/9).

Sementara itu, Christine Blower, Sekretaris Umum Serikat Pekerja Guru Nasional, menyebutkan bahwa murid hamil mengambil risiko melepaskan pendidikan mereka. Karenanya, klinik ini, bisa memberi kesempatan gadis hamil memperoleh pendidikan dan membuat bayi mereka sehat.

Sebagaimana diketahui tingkat kehamilan ABG di Inggris mulai mengkhawatirkan sejak tahun 1988, di mana gadis usia di bawah 16 tahun yang hamil mencapai angka 7.426 orang. Angka itu kemudian tidak banyak berubah hingga tahun 2005, terdapat 7.855 orang gadis di bawah usia 16 tahun yang hamil.

Perlu diketahui pula pada tahun 2006 lalu di Inggris tercatat kasus pengguguran janin sebanyak 200 ribu kasus, di mana pelakunya mayoritas adalah ABG yang masih berusia belasan tahun.

Karenanya, jangan heran suatu hari ini, dengan adanya klinik ini, boleh jadi, seks bebas menjadi resmi dan remaja hamil di luar nikah makin lebih banyak. [sky/marieclaire/hidayatullah.com]


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger